Home > Lain Lain > Industri musik kreatif di Jogjakarta

Industri musik kreatif di Jogjakarta

Mohammad Marzuki, pria kelahiran Klaten, 21 Februari 1975, bisa dikatakan sebagai inspirator bagi musisi hip-hop Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Tidak hanya bergerak dalam dunia musik, Juki pun berusaha mendapatkan penghasilan dari usaha distro Whatever Shop di Yogyakarta. Sebab, sebagian dari pendapatan toko itu menjadi ”tiket” bagi sebagian anak-anak di pinggir Kali Code, Yogyakarta, untuk tetap bersekolah.

Bersama Jogja Hip Hop Foundation, tahun lalu mereka tampil di Singapura. Tahun 2010, rencananya mereka bakal main di New York dan San Fransisco, Amerika Serikat.

Sebanyak enam lagu berlirik bahasa Jawa dibawakan Marzuki Mohammad, Anto Gantas, Lukman, Balands, dan M2MX tanpa jeda. Lagu-lagu tersebut antara lain Jula Juli Lolipop, Gangsta Gapi, Ora Cucul Ora Ngebul, Rep Kedhep, Cintamu Sepahit Topi Miring, dan Jogja Istimewa. Uniknya lagi mereka mengenakan kemeja batik guna memperlihatkan jati diri saat pentas. Hingga penonton yang ada di dalam salah satu ruangan Salihara ini seakan di-‘Jawa’-kan oleh JHF.

Bahkan perjalanan mereka pun dituangkan dalam film dokumenter HIPHOPDININGRAT buatan tahun 2010 yang dipertontonkan kepada wartawan dan undangan, Jumat (18/3) malam di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta dilanjutkan dengan aksi hidup JHF. Sayangnya, konser kecil JHF tidak dapat diabadikan lantaran aturan larangan memotret di gedung teater Salihara ini.

sumber :

http://mozaicdunia.blogspot.com/2011/01/jogja-hip-hop-foundation-hip-hop-jawa.html

http://musik.kapanlagi.com/berita/jogja-hip-hop-foundation-melaju-lewat-dokumenter.html

Jadi menurut saya mereka sangatlah kreatif dalam menciptakan nuansa musik HIP HOP berbahasa jawa , karena unik dan musiknya sangat bersahabat itulah mereka langsung di kenal banyak orang, apalagi dengan lagunya yang berjudul JOGJA ISTIMEWA ini lah yang langsung menjadi bahan omongan, sering diputar di radio – radio, bahkan hingga dinyanyikan rakyat jogja saat aksi demonstrasi di gedung DPRD DIY .

KREATIF menurut saya, menciptakan sesuatu yang  “BERBEDA” tetapi dapat diterima dengan mudah oleh orang-orang di sekitar kita .

tambahan, lirik lagu JOGJA ISTIMEWA

Holopis kuntul baris holopis kuntul baris

Reff:

Jogja Jogja tetap istimewa

Istimewa negerinya istimewa orangnya

Jogja Jogja tetap istimewa

Jogja istimewa untuk Indonesia

Rungokno iki GATRA seko Ngayogyakarta

Negeri paling penak rasane koyo swargo

Ora peduli dunyo dadi neroko

Ning kene tansah edi peni lan mardiko

Tanah lahirkan tahta, TAHTA UNTUK RAKYAT

Di mana rajanya bersemi di Kalbu rakyat

Demikianlah singgasana bermartabat

Berdiri kokoh untuk mengayomi rakyat

Memayu hayuning bawono

Seko jaman perjuangan nganti merdeko

Jogja istimewa bukan hanya daerahnya

Tapi juga karena orang-orangnya

Reff:

Jogja Jogja tetap istimewa

Istimewa negerinya istimewa orangnya

Jogja Jogja tetap istimewa

Jogja istimewa untuk Indonesia

Tambur wis ditabuh, suling wis muni

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Bareng poro prajurit lan senopati

MUKTI utowo mati manunggal kawulo gusti

Menyerang tanpa pasukan

Menang tanpa merendahkan

Kesaktian tanpa ajian

Kekayaan tanpa kemewahan

Tenang bagai ombak gemuruh laksana merapi

Tradisi hidup di tengah modernisasi

Rakyatnya njajah deso milang kori

Nyebarake seni lan budhi pekerti

Reff:

Jogja Jogja tetap istimewa

Istimewa negerinya istimewa orangnya

Jogja Jogja tetap istimewa

Jogja istimewa untuk Indonesia

Elingo kabare Sri Sultan Hamengku Buwono Kaping IX

Sakduwur-duwure sinau kudune dhewe tetep wong jowo

Diumpamake kacang kang ora ninggalke lanjaran

marang bumi sing nglairake dewe tansah kelingan

Ing ngarso sung tulodo

Ing madya mangun karso

Tut wuri handayani

Holopis kuntul baris ayo dadi siji

Sepi ing pamrih rame ing nggawe

Sejarah ning kene wis mbuktikake

Jogja istimewa bukan hanya tuk dirinya

Jogja istimewa untuk Indonesia

Reff:

Jogja Jogja tetap istimewa

Istimewa negerinya istimewa orangnya

Jogja Jogja tetap istimewa

Jogja istimewa untuk Indonesia

Tidak hanya bergerak dalam dunia musik, Juki pun berusaha mendapatkan penghasilan dari usaha distro Whatever Shop di Yogyakarta. Sebab, sebagian dari pendapatan toko itu menjadi ”tiket” bagi sebagian anak-anak di pinggir Kali Code, Yogyakarta, untuk tetap bersekolah.
Categories: Lain Lain
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: